Jumat, 30 Oktober 2015

Tuhan, Maaf aku sempat membencimu

Bertahun-tahun aku menunggu dibawah sumur yang amat teramat amat dalam, menunggu seseorang menjemputku dari tempat itu. Tapi tak satupun orang yang enggan menolongku. Aku sempat putus asa pada waktu itu, mungkin aku akan selama-lamanya didalam sumur yang dalam itu. Aku butuh teman agar aku bisa tertawa lepas, aku selalu berfikir "akankah aku selamanya berada disini dan berteman dengan cacing-cacing dan tikus-tikus ini?" Bahkan aku pernah berfikir "Untuk apa aku hidup bila hanya untuk membenani ayah dan nenekku saja? Tak membuat mereka bangga sesikitpun terhadapku! Bahkan aku selalu berdoa agar tuhan memisahkan roh dan jadku" Aku pun sering berdoa yang baik2  tapi tak ada satupun doa ku tuhan kabulkan. Pada saat itu aku membenci tuhan, aku berhenti shalat dan memohon padanya, aku selalu marah jika ayah menyuruhku shalat dan berdoa agar hidupku jauh kebih baik dari saat itu, aku selalu menjawab "untuk apa shalat dan berdoa? Bila tuhan tak pernah mengabulkan semua doa doa ku! Aku benci tuhan!!" Sambil membentak ayah dan pergi ke kamar. Sekarang aku sudah remaja yang beranjak dewasa aku mengerti kenapa tuhan tak mencabut nyawaku pada saat aku membencinya karena cerita hidup yang tuhan gariskan untukku belum selesai. Dan pada suatu waktu, Tuhan mengubah hidupku, untuk yang pertama, Dia mempertemukan ayahku dengan seorang wanita cantik berhijab, mungkin pada waktu itu ayah mulai jatuh cinta pada wanita itu, aku bahagia bercampur kesal. Kini tak lagi hanya aku orang yang dia sayang, mungkin akan terbagi menjadi 3, aku, adik kandungku, dan ibu tiriku. Aku berfikir positif saja, karena aku tahu ayah sangat sayang padaku dia tak akan membiarkan anak gadis yang dia cintai tak memiliki ibu. Walaupun sekarang aku sering bertengkar dengan ayahku gara-gara aku cemburu padanya yang biasanya aku dikhususkan sekarang dibiarkan. Ahhh mungkin itu hanya egoku saja yang belum terbiasa dengan kehadiran seorang ibu dalam hidupku dan aku beranjak semakin dewasa, mana mungkin wanita dewasa tidur bersama ayahnya? Makan masih disuap-suap seperti bayi? Kemanapun pergi bersama ayah? Aku tahu, mengapa ayah membiarkanku? karena ayah tahu bagaimana cara orang dewasa hidup, yang layaknya orang2 dewasa lain dia tidak ingin terus dimanja, orang dewasa ingin bebas. Tetapi aku masih sangat ingin dimanja, hidup tak bebas dikekang seperti penjara itu membuatku sangat senang, berarti ayah sangt menyayangiku tak ingin aku kenapa2 di dunia bebas seperti ini. Walaupun ayah tak lagi memanja dan mengekangku tapi aku tetap sangat sayang padanya. Yang kedua, tuhan mempertemukan aku dengan sahabat-sahabatku sekarang yang membantu mengulurkan tanggannya untuk membantuku keluar dari sumur yang dalam itu. Semejak saat itu, aku bangkit dari keterpurukanku, aku mulai ada semangat belajar kembali dan sekarang lingkunganku selalu hangat dengan adanya kasih sayang seorang sahabat dan canda tawa seorang ibu yang selalu mengisi hari-hariku disetiap harinya. Bukan langkahan cacing dan decitan tikus yang kudengar menemaniku seakan-akan menertawakanku. Sejak saat itu, aku kembali pada jalan yang benar kembali shalat dan berdoa kepada tuhan, yaa walaupun shalatku tidak 5 waktu dan pada jam yang tepat aku tetap menjalankanyya. Aku mulau bangga dengan diriku sendiri. Sekarang aku tersadar, tuhan sangat menyayangiku, dia mengubah hiduku dengan cara yang sakit agar aku menjadi orang yang kuat. Ini takdir hidupku yang selama 5 tahun lebih tanpa ada semangat sedikitpun. Terimakasih tuhan aku menyadari semua yang kau berikan padaku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar